Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

EMBUN

Diposting oleh Arum Puspitarini di Minggu, November 02, 2014 0 komentar


EMBUN

                Ini adalah kisah seorang gadis berusia 17 tahun, bernama Embun. Dia adalah gadis yang baik hati, ceria, suka menolong dan ramah. Pada suatu hari Embun jatuh pingsan setelah olahraga. Awal mulanya karena Ia sakit perut. Lalu Ia dibawa ke UKS untuk istirahat. Embun adalah anak bungsu, Ia memiliki kakak laki-laki bernama Rama. Mereka berdua bisa dibilang cukup akur, Rama sangat menyayangi Embun. Suatu hari…

Sabtu, 27 Juli 2013

TENANGLAH DI SURGA, DUA MALAIKATKU

Diposting oleh Arum Puspitarini di Sabtu, Juli 27, 2013 0 komentar

Hai namaku Raya, nama panjangku Raya Agustina. Nama yang cantik kan? Hehe. Ini kisah tentang perkenalan, persahabatan, yang akhirnya menjadi sebuah percintaan. Namanya Senja dia adalah sahabatku. Dan dia juga adalah kekasih pertamaku. Bagiku dia adalah superhero. Aku menyayanginya dan dia pun menyayangiku. Bagi Senja aku adalah cinta pertama dan cinta terakhirnya. Oh iya selain Senja aku juga mempunyai orang yang berarti namanya Nayla, dia adalah sahabatku sejak masih kecil. Ayahku bersahabat dengan Ayahnya, begitu pun Mamaku. Nayla sudah seperti kakakku sendiri. Semuanya berawal dari indahnya hari itu…
“Ray…. Ray… pulangnya anterin gue yuk ke toko buku.” Teriak Sahabatku Nayla
“Males Nay, capek tau.” Tolakku
“Ah Raya mah gituuuuu. Gue beliin Es krim sama lollipop deh. Yayaya?”
“Ah lo mah tau aja sih jurus buat ngerayu gue. Yaudah iya ntar pulang sekolah gue anterin.”
“Ah Raya emang sahabat gue paling baik.” *cup* tiba-tiba dia mencium pipi kananku lalu pergi
“Naaaaaaaaaaaay…….. gue masih normal”

Dari kejauhan aku lihat Nayla tertawa. Saat pulang sekolah……
“Nay , gue kesitu dulu ya.”
“Iya ati-ati ntar lo ilang.”
“Ih Nay mah jahat.”
“hahaha yaudah sana.”

Saat aku sedang meliat-lihat novel, tiba-tiba *bruk* sepertinya aku bertabrakan dengan orang.

Selasa, 23 April 2013

Masih Adakah Harapan Itu?

Diposting oleh Arum Puspitarini di Selasa, April 23, 2013 0 komentar
"Selamat pagiiiiiii...." Teriak Alya dari atas
"sayang ini masih pagi" sahut mama
"hehehe, gapapa dong ma. Alya berangkat ya ma." kata Alya
"Ga sarapan dulu?" tanya mama
"Aku bawa bekel aja deh." Jawab Alya
"Yaudah ini bekelnya hati-hati ya kamu. Belajar yang bener." Kata mama
"Iya mamaku, daaaa mama." pamit Alya sambil mencium kening mamanya
Sampai disekolah...
"Alya!" Panggil seseorang
"Ya? Ada apaan?" Sahut Alya flat
"Aku masih sayang sama kamu Al." Kata Reno mantan Alya
"So? Gue harus apa?" Tanya Alya
"Kamu mau ga balikan sama aku?"
"Sorry Ren, gue ga bisa. Gue udah ga sayang sama lo. Sikap lo tuh bikin gue mati rasa sama lo."

Sabtu, 28 Januari 2012

SENYUMAN TERAKHIR

Diposting oleh Arum Puspitarini di Sabtu, Januari 28, 2012 0 komentar

Aku membuka mata, kurasakan otot-ototku yang sudah rileks kembali. Huaah… selamat pagi dunia. Kuhirup udara segar pagi ini. Terima kasih Tuhan karena berkat karunia-Mu aku masih dapat menghirup udara hari ini. Hei perkenalkan aku Rasha Ananda Putri sebenarnya aku kembar loh , nama kembaranku itu Resha Ananda Putri. Kami sangat akur, meskipun sering terjadi konflik diantara kami. Hihihi….
                Oiya sampai lupa, aku juga memiliki dua kaka. Kaka yang pertama bernama Reno dia sedang kuliah di UGM, dan yang kedua bernama Revan. Wah… nama kami dari ‘R’ semua ya? Hahaha. Aku juga memiliki papa dan mama. Papa bekerja di Departemen Kesehatan dan mama bekerja sebagai guru SMP. Aku sangat bahagia memiliki keluarga yang utuh seperti ini. Namun kebahagiaan itu mulai memudar ketika Resha saudara kembarku divonis menderita kanker otak.
                Hari ini seperti biasa aku dan Echa (panggilan Resha) saling berebut kamar mandi, maklum satu kamar isinya satu kamar mandi sedangkan di kamar mandi yang ada di luar kamar ada Papa yang lagi mandi. Terpaksa aku harus mengalah, untung Echa mandinya ga lama. Setelah selesai mandi, aku dan Echa bersiap untuk berangkat ke sekolah. Eh iya, meskipun kami kembar kami ga sekelas loh..
                “Echa Acha……. Cepetan dong udah jam berapa nih? Dandan aja lama banget sih. Cepetan….” Teriak kak Revan
                “ iyaaaaaaaaa kaaaaa sabaaaaar lagi pake sepatu…..” kataku menyahut
                “Acha ayo cepet…..” kata Echa yang semakin membuatku panik dan tergesa-gesa
                “ Ih sabar dong…. Nah selesaiiiii.” Kataku gembira
                “ayo ayo nanti si kaka bawel marah.” Ledek Echa
                Sesampainya di meja makan…..
                “lama banget sih. Ditungguin daritadi juga.” Kata ka Revan
                “Maaf ka, Acha sama Echa kan cewe jadi wajar kalo lama. Wleeee” kataku membela diri
                “ah alasan… yaudah ayo.” Jawab ka Revan ketus
                “Mama…Papa… Acha sama Echa berangkat dulu ya. Daaaa…. Assalamualaikum.” Kataku berpamitan
                “iya hati-hati ya sayang… kalian belajar yang bener.” Kata mama sambil mencium kening kami berdua

Jumat, 27 Januari 2012

SANG MOTIVATOR RENA

Diposting oleh Arum Puspitarini di Jumat, Januari 27, 2012 0 komentar
             Kisah ini berasal dari gadis yang baru berusia 17 tahun yang bernama Ananda Rena Anggraini . Dia adalah anak tunggal dari pengusaha sukses di Jakarta . Namun, kehidupan keluarganya tidak terlalu mewah. Keluarga Rena memang terkenal sebagai keluarga yang rendah hati, dermawan, dan penuh dengan kesedrhanaan .Rena memiliki paras yang sungguh cantik, sifatnya yang baik hati, ramah, tidak sombong, sopan, dan pandai bergaul, sehingga membuat ia memiliki banyak teman, dan tidak sedikit laki-laki yang ingin memilikinya . Dia juga ahli dalam bidang kesenian dan olahraga. Namun sayang, Rena kurang mampu dalam bidang pelajaran. Berikut kisah Rena yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita…
Pagi itu , seperti biasa Rena bangun kesiangan lagi . Ia langsung bergegas mandi dan kemudian bersiap untuk berangkat ke sekolah . Setelah selesai ia langsung keluar kamar dan turun ke bawah .
“Rena , buru-buru banget . Ini kan masih jam setengah tujuh . Kamu ga sarapan dulu ?” kata Bunda sambil menyiapkan sarapan
“Aduuuuh bunda… ga sempet nih . Rena aja udah kesiangan banget ini , soalnya hari ini Rena piket .” Jawab Rena sambil memakai sepatunya
“Yasudah , hati-hati ya kamu . Ayah udah nunggu di depan tuh !” Kata bunda sambil memberi bekal kepada Rena
“Iyaaaa bundaku sayang…. Rena berangkat ya bun . Assalamualaikum.” Kata Rena sambil mencium tangan bunda
“Iya.. Waalaikumsalam.” Sahut Bunda sambil menggelengkan kepalanya
            Sesampainya di sekolah, Rena keluar dari mobil BMW yang di kendarai oleh ayahnya.
“Ayah…Rena pamit ya ! Daaaa ayah.” Pamit Rena sambil mencium tangan ayahnya
“Kalo belajar yang bener, kamu kan udah kelas 3.” Sahut Ayah
“Oke deh ayahku tercinta. hehe” Jawab Rena
            Setelah selesai berpamitan, Rena menuju gerbang sekolah . Lalu pada saat Rena berjalan di koridor sekolah tiba-tiba dari arah belakang ada seorang laki-laki yang menabrak Rena. Bruk.. Rena pun terjatuh.
“Aduuuuh….bisa kali ya jalannya pelan-pelan . Punya mata ga sih ?” Kata Rena sambil menahan rasa sakit
“Ya ampun , maaf ya . Aku ga sengaja. Soalnya aku buru-buru. Kamu ga kenapa-napa kan ?” Tanya laki-laki itu
Rena tertegun dan terpesona saat melihat laki-laki itu…
“Hei.. kamu ga apa-apa kan ?” Tanya laki-laki itu lagi yang membuyarkan lamunan Rena
“Eh iya , aku ga apa-apa kok . hehe” Jawab Rena
“Yaudah , aku duluan ya.” Kata laki-laki itu sambil lari meninggalkan Rena
“Hmm…ganteng juga ya ! Kenapa tadi aku ga langsung ngajak kenalan aja ya ? Ahh..Rena oon banget sih kamu.” Kata Rena dalam hati
            Sesampainya dikelas…
 

ALOHA♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea